Membangun Indikator Risiko Kunci yang Terstruktur Menggunakan Metodologi Six Sigma

Berbagi tulisan kecil intepretasi dari Journal Operational Risk RMA, 2004 dengan judul “A Structured Building Key Risk Indicators by Aravind Immaneni, Chris Mastro, dan Michael Haubenstock”

 

Diintepretasikan berdasarkan praktik penyusunan KRI di beberapa perusahaan

Indikator Risiko Kunci (atau lebih dikenal dengan terminologi KRI: Key Risk Indicator) memegang peranan kritikal dalam kerangka kerja manajemen risiko sebagai alat untuk melakukan pemantauan kontrol, identifikasi pemicu risiko dan eksposur atas kejadian risiko potensial. KRI juga merupakan ekspresi dari toleransi risiko yang menyatakan ambang batas untuk suatu tindakan manajemen.

KRI dapat dibagi ke dalam 4 kategori sumber data:

  1. Indikator kejadian  (sumber data: LEM)
  2. Indikator sebab (sumber data: Register Risiko bagian Penyebab Utama Risiko)
  3. Indikator kontrol (sumber data: Temuan Audit)
  4. Indikator kinerja/risiko inheren (sumber data: KPI)

Identifikasi dan aplikasi dari KRI yang efektif mensyaratkan pendekatan yang terstruktur. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah menggunakan metodologi Six Sigma yang terdiri dari 5 tahapan, sbb:

1. identifikasi profil risiko yang memiliki eksposur tinggi.

Sumber data yang digunakan adalah register risiko yang minimal berisikan nama risiko, penyebab, dampak, kontrol. Namun bila belum memiliki register risiko atau register risiko yang dimiliki diyakini belum cukup akurat, maka pendekatan wawancara kepada tenaga ahli dapat dilakukan. Dalam penyusunan KRI,  tidak seluruh data di dalam register risiko yang akan dipergunakan namun biasanya hanya data 10 risiko utama.

2. Asesmen register risiko sebagai basis pemilihan indikator risiko.

Ada 2 pendekatan untuk melakukan asesmen atas register 10 risiko utama yaitu: (a) asesmen kesenjangan, (b) matriks perancangan.

Pendekatan pertama, asesmen kesenjangan, menggunakan 7 dimensi yaitu (1) frekuensi, (2) ambang batas pemicu, (3) kriteria eskalasi, (4) leading/lagging, (5) kepemilikan, (6) ketersediaan data, dan (7) akurasi sumber data. Ketujuh dimensi tersebut diukur terhadap seluruh indikator yang menjadi referensi potensi risiko perusahaan. Indikator yang memperoleh nilai paling tinggi adalah kandidat yang dapat diusulkan menjadi KRI.

Matriks perancangan biasanya digunakan dalam metodologi Six Sigma untuk melihat varians kualitas data yang diperbandingkan. Matriks ini menggunakan data penyebab risiko yang dibobotkan terhadap kemungkinan munculnya risiko yang diidentifikasikan, lalu diukur terhadap seluruh indikator yang menjadi referensi potensi risiko perusahaan menggunakan kriteria skor 0-1-3-9. Setelah diukur, lalu kita melakukan rating. Setiap  penyebab risiko yang memiliki skor 9, dinyatakan memiliki kecocokan dan efektivitas  dan memiliki peluang untuk diusulkan menjadi KRI.

3. Validasi dan tentukan ambang batas pemicu risiko

Tahap 1 dan 2 merupakan tahapan subyektif oleh karena itu perlu dilakukan validasi agar KRI yang disusun dapat diandalkan. Validasi idealnya dilakukan dengan menggunakan analisis statistik atas data historis namun bila tidak ada bisa menggunakan data normatif atas praktik bisnis.

Setelah validasi atas KRI, maka kita perlu menentukan ambang batas pemicu risiko. Ada 2 pendekatan yang dapat kita pergunakan yaitu: (1) pendekatan statistik dan (2) pendekatan regulasi.

4. Rancang dasbor sistem peringatan dini (EWS: Early Warning System)

Dasbor EWS merupakan bentuk laporan atas indikator kritikal yang dapat memicu risiko bagi manajer bisnis, pemilik proses, dan manajemen senior. Bentuk dasbor EWS biasanya berbentuk grafik dan tabel untuk memberikan gambaran profil risiko secara komprehensif dan memberikan indikasi kemungkinan terjadinya risiko yang membutuhkan respons cepat dari manajemen.

 5. Tetapkan rencana pengendalian dan kriteria eskalasi

Rencana pengendalian ini dibuat agar pemilik proses dapat mengikuti protokol baik dari respons atau eskalasi yang harus dilakukan secara konsisten bilamana KRI terpicu.

— DC–

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s